Dengan Tema Kearifan Lokal, SMKN 1 Kismantoro buat Projek P5 Berupa Batik Ciprat Pucung

Kamis, 17 Maret 2023, SMK Negeri 1 Kismantoro mulai mengadakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023 yang dilaksanakan di halaman SMK Negeri 1 Kismantoro. Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kali ini bertemakan Kearifan Lokal yang mulai dilaksanakan oleh kelas X TJKT 1 yang akan disusul oleh kelas X (sepuluh) lainnya untuk semua program keahlian. Sedangkan kearifan lokal yang diambil adalah pembuatan batik ciprat yang merupakan produk batik asli yang berasal dari Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Hadir pada kegiatan tersebut sebagai guru tamu yang sekaligus merupakan penggagas batik ciprat desa Pucung yaitu Bapak Yoyok Ernowo yang didampingi oleh Bapak Sahid.

“Disini kami bekerjasama dengan tim pengelola batik ciprat Pucung untuk kegiatan Projek P5 kali ini. Bersama dengan tim pengelola batik ciprat Pucung, Kismantoro, kami ingin membekali anak-anak kami cara membuat batik ciprat dan berwirausaha dari batik ciprat Pucung” ujar Ibu Nita Purwaningsih selaku Waka Kurikulum.

Adapun alat yang harus disiapkan pada proses pembuatan batik ciprat adalah Kompor Batik, Canting, Kuas, Bentangan kain, ember, timbangan, gayung, sapu lidi, kompor gas, panci sedangkan untuk alat yang dipakai adalah kain putih polos, malam, waterglass, pewarna batik, dan air.

“Untuk proses pembuatan batik ciprat ini tidaklah sulit dan tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Dikelompok kami sendiri proses pembuatan batik ini dikerjakan oleh masyarat kami yang merupakan penyandang disabilitas. Ada yang bisu, tuli, lumpuh hingga keterbelakangan mental. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disablitias juga mampu berkarya dan tidak hanya dipandang sebelah mata” terang Bapak Yoyok disela mendampingi siswa berproses membuat batik ciprat.

Untuk pembuatannya batik ciprat Pucung sendiri adalah sebagai berikut:

  • Pertama, kain polos dibentangkan pada alat bantu yang sudah disediakan
  • Malam dicipratkan ke kain untuk mendapatkan motif sesuai dengan yang diinginkan
  • Selanjutnya kain diwarna sesuai warna yang diinginkan, tunggu hingga kering 
  • Setelah itu masuk pada proses penguncian warna dengan waterglass, dan harus ditunggu kuang lebih 15 menit
  • Kemudian cuci kain dengan air
  • Lalu kain dilorot/direbus
  • Setelah direbus kemudian dicuci dan dijemur

“Untuk semua alat dan bahan dibeli sendiri dan disediakan sendiri oleh anak-anak kami, dan nanti apabila batik tersebut sudah selesai tahap pembuatannya juga akan digunakan oleh siswa untuk seragam kekhasan daerahnya sendiri” terang Bapak Sri Murtono selaku Kepala SMKN 1 Kismantoro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *